Tanjung Puting ; dinner on the river


Pernah ngebayangin ngelihat satu pohon dipenuhi oleh kunang-kunang? Pernah ngebayangin candle light dinner di tengah sungai? Tanjung Puting adalah tempat untuk merasakan kedua pengalaman tersebut dan juga beragam pengalaman lainnya. Waktu pertama kali saya main ke Tanjung Putting nggak bakal nyangka kalau pas mau pulang akan terasa sedih. Main ke Tanjung Puting berarti merasakan pengalaman tinggal di kapal sambil menyusuri sungai. Ini pengalaman yang berbeda dengan yang dirasakan saat tinggal di kapal saat main ke Kepulauan Komodo. Suasana sungai terasa sangat menenangkan, ditambah dengan suara nyanyian burung setiap pagi dan serangga setiap hari mulai gelap.

Tujuan berwisata ke Tanjung Puting adalah mengunjungi  camp Orang Utan. Seperti yang kita ketahui, Orang Utan hanya ada di Indonesia, lebih tepatnya di Sumatra dan Kalimantan. Orang Utan di Kalimantan memiliki ukuran badan yang lebih kecil dan warna bulu yang kemerahan. Ada 3 camp yang biasa dikunjungi dan masing-masing tempat ‘dikuasai’ oleh alpha male yang berbeda. Nah, jika bisa bertemu dengan alpha male di setiap camp itu akan menjadi bonus dalam perjalanan.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah trekking di malam hari! Masuk ke dalam hutan yang sudah memiliki jalur trekking kemudian melihat kehidupan malam hari di sana: burung yang sedang tidur, tarantula yang mengumpat di sarangnya, laba-laba yang bergelatungan, semut yang sibuk berkeliaran dan banyak makhluk lainnya. Oh, yang seru juga adalah banyak tumbuhan yang sebelumnya terlihat biasa menjadi menarik, salah satunya adalah lumut. Ibupenyu baru tahu kalau lumut itu bisa sangat lembut dan empuk seperti kapret Turki. Bahkan, setiap lumut memiliki motif yang berbeda. Sungguh, main ke Tanjung Puting adalah suatu pengalaman yang berbeda dan menarik! Coba deh ;)

Articles

Bidik Wisman Kemenpar promosi di NTTYS

read more
Rendang Hitam Pamer Rasa di LA Travel Show

read more
Sales Mission Indonesia di USA

read more
PESONA INDONESIA DI NYTTS 2016

read more